jacksondwj.com

jacksondwj.com – Pada Selasa (14/5), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan kenaikan tarif pajak impor mobil listrik dari China hingga empat kali lipat, mencapai 100%. Kebijakan ini merupakan langkah proteksionis yang diambil pemerintah AS untuk melindungi industri otomotif dalam negeri.

Meskipun demikian, produsen mobil listrik China masih memiliki peluang untuk memasarkan produk mereka di AS melalui jalur produksi di negara lain, seperti Meksiko. Ini memberikan celah bagi produsen China untuk tetap bersaing di pasar AS.

Ahli otomotif dan perdagangan menganggap kenaikan tarif sebagai tindakan jangka pendek yang mungkin hanya akan menunda, bukan menghentikan, produsen mobil China untuk merangsek ke pasar AS. Dan Hearsch, pemimpin konsultan otomotif di AS, AlixPartners, menyatakan bahwa produsen mobil China pasti akan hadir di AS, hanya masalah waktu saja.

Saat ini, AS memang masih jarang membeli mobil listrik dari China, berbeda dengan Eropa yang menjadi pasar ekspor terbesar bagi produsen mobil listrik China. Tindakan AS ini diprediksi akan menambah tekanan pada Uni Eropa untuk membela industri otomotif mereka, yang akan menghadapi persaingan lebih ketat dari impor mobil listrik China.

Kualitas mobil listrik China telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan dukungan pemerintah China melalui subsidi untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Tim Hsiau, analis dari Morgan Stanley, menyatakan bahwa kebijakan proteksionis AS akan menjadi beban bagi produsen mobil listrik China yang ingin melakukan ekspansi dengan cepat. Namun, jangka panjangnya, langkah ini tidak akan menghentikan momentum mobil listrik China.